Friday, 25 January 2013

5100 lebih ayun meriahkan Maulid Nabi

Lagi seru-serunya facebookan aku nemu ada postingan orang yang isinya gini
Event tahunan “Baayun Maulid” akan diselenggarakan kembali pada hari kamis ini tanggal 24 Januari 2013 dari jam 8 am di Mesjid Keramat desa Banua Halat Kab. Tapin.
deretan sebagian ayunan yang belum diisi

Wah…… nemu mangsa ini.
Hihiiii…… besok kan libur kerja setengah hari, jadi kesempatan deh menggembel dikota Rantau.
Ajakin yang lain ahh, barangkali  ada yang mau ikut.

Jam 8 kurang 15 menit kami (anay, icha, jail, n saya) OTW TKP. Lumayan perjalanan hamper satu jam kami tempuh dengan berdingin-dingin ria dijalan.
Tempat ini sangat mudah dicapai dari kota Rantau, karena masuk kedalam hanya satu kali, setelah itu jalannya lurus aja.
Awalnya sih kami gak tau acaranya tepatnya dimana, ane kira dimesjid utama dipusat kota. Tapi ternyata salah, harus masuk kedalam lagibeberapa kilometer.
Sempat kebingungan tuh nyari lokasi acara dimana, untungnya ketemu rombongan bupati Rantau yang juga mau ke TKP.
Asiiiikkkk….ngikutin dibelakang mobil dengan flat DA 1 K warna merah enak juga.
Hahaaaa…….. serasa jadi kumpulan orang penting jalannya.

Sampai TKP, subhanallah……
Orangnya bejibun cyin….
Acara ini biasanya diramaikan oleh lebih dari 5000 ayunan dengan berbagai hiasan cantik.


Tahun ini yang ikut diayun ada 5.100 lebih peserta, yang paling muda usia 22 hari, sedangkan paling tua usia 90 tahun.
Puncak acara Baayun Maulid ini diiringi dengan lantunan syair-syair  berjanji dan music rebana yang membacakan syair  Asyarakal oleh grup Maulid Habsy dari Barabai Kab. Hulu Sungai Tengah, dimana saat pembacaan syair semua peserta yang berada salam ayunan kain tersebut.

Prosesi Baayun Maulid ini juga tertata rapi dan terorganisir dengan baik, di mana peserta anak-anak  dan dewasa dipisah.  Karena Tahun ini lokasi ayunan bertambah banyak , jadi panitia menambahkan ayunan di lokasi pewuduan untuk anak-anak, karena dihalaman mesjid sudah tidak cukup lagi. Agar peserta tidak kepanasan, seluruh lokasi ayunan dipasangi tenda.

Yang menjadi peserta tertua adalah Masturi dari Desa Sungai Rutas, dan yang termuda adalah Noor Hafizah Hasanah dari Kupang, Rantau. Baayun Maulid tahun inipun  dihadiri oleh Asisten 3 Pemprov Kalsel Rusli, Anggota DPD RI Habib Hamid Bahasyim, Bupati Tapin Drs H Idis Nurdin Halidi MAP dan Ketua TP PKK Tapin Hj Ellin Idis Nurdin Halidi MAP, dan para pejabat di lingkungan Pemkab Tapin.



bapak Bupati Rantau ikut mencoba ayunaN Sambil mengikuti lantunan syair berjanji



Usai acara Baayun Maulid di masjid, dilanjutkan dengan acara Maulidur Rasul yang digelar di rumah-rumah warga di Desa Banua Halat dan sekitarnya. Setiap rumah yang menggelar acara Maulid menjamu siapa saja tamu yang datang dengan beragam hidangan.
 

 WOW….. Amazing!!!
Belum pernah liat ayunan sebanyak ini dalam lingkungan mesjid.
Sebuah budaya dan tradisi yang harus dihargai dan dilestarikan.
Ayo Cintai budaya dan tradisi kita sendiri! baca selengkapnya

3 comments:

Qorisme said...

Di Banjarmasin juga di adakan di Masjid Sultan Suriansyah, tapi yang ane denger lebih banyak yg di Rantau ya. Sayang ane gak sempat meliput.

deslia said...

sayang ane gak bisa ikut nyaksiin yang dibanjarmasin

Muhammad Rais said...

Ya jelas lah banyak yg di rantau .. di mesjid keramat itu sudah tradisi dari ratusan tahun silam bray , Di mesjid Sultan Suriansyah masih baru .. hanya ikutan dari mesjid banua halat.