Saturday, 24 November 2012

perkenalan malam itu yang membawaku kepuncak papagaran

Malam itu, malam minggu disaat orang-orang asik pacaran diluar, aku hanya duduk dikamar yang pengap ini,sambil menatap layar kompi yang isinya hanya buka-buka facebook. yah, beginilah nasib LDR sama orang sibuk lagi. serasa gag punya pacar aja jadinya :(. penjelajahan didunia maya ini membawaku berkenalan dengan sang traveler ditempatku. baru kenal tapi aku langsung yakin minta di ajakin naik gunung. padahal baru kenal dan belum tau dia orangnya kek apa. tapi aku nekat aja, karna ingin menikmati suasana pegunungan yang ada ditempatku. dibarabai,Kab.Hulu Sungai TengahProv. Kalimantan Selatan yang sebenarnya masih banyak wilayah pegunungan dan hutan-hutannya. Perjanjian hiking diawali dengan tukeran no hp, Besok harinya (minggu), sepulang kuliah kita janjian dan langsung menuju TKP (gunung papagaran),
yang saat itu saya bener-bener ga tau itu gunung ada dimana. emank sih saya asli orang Barabai,tapi jarang sekali jalan-jalan. karna saya termasuk anak yang culun. Jam 14.00 WITA kita cabut dengan menggunakan motor bebek masing-masing. belum setengah jalan saya sudah hampir tepar karna jalanan yang menanjak dan agakbecek karna bekas hujan, tapi itu tidak meghentikan niat saya untuk sampai puncak. mungkin bagi sii cowok itu ini tidak ada apa-apanya, tapi saya yang samasekali belum pernah melakukan perjalan ini terasa sangat sulit.
salah satu jembatan yang ada dipedalaman
Tapi gag masalah perjalan begitu dijamu dengaN PEMANDANGAN sekeliling yang begitu indah ditengah perjalan mampir nungpang foto-foto dulu
aliran aliran yang sangat indah
sampai puncak berhasil jatuh 3X. hahaaaaa.... skell buat anak yang pertama kalinya naik gunung Wkwkkkkk




matahari yang mulai mau terbenam, andai lebih sore lagi dan cuaca cerah pasti lebih indah penampakannya

salah satu alat tradisional yang digunakan masyarakat pegunungan untuk bertani.
sempat ngobrol dengan masyarakat sekitar pegunungan yang sangat ramah itu membuat ku ingin kembali lagi cyin 


alat yang digunakan untuk persembahan saat upacara adat di pegunungan.
inilah tempatnya, ya walaupun penjelajahan saya baru sampai sini. tapi dah puas kok melihat pemandangan pegunungan dari kejauhan.
bisa teriak sepuasnya mengeluarkan apa yang ada dihati tanpa merusak keindahan.
hihiiiii.......
padahal perjalanan ini kalau mau diteruskan masih jauh, tapi waktu tidak cukup hanya beberapa jam saja, jadi kami memutuskan kembali.
cukup sampai disini dulu cuci matanya :D
Hahaaaaa

Lanjutkan Membaca